Pengobatan yang dilakukan kepada mereka yang menderita kanker serviks hampir sama dengan pengobatan yang dilakukan oleh penderita kanker payudara.
A. Medis
Pengobatan kanker pada dasarnya sama, yaitu salah satu atau kombinasi dari beberapa prosedur berikut:
- Pembedahan (Operasi )
- Penyinaran (Radioterapi)
- Pemakaian Obat-obatan pembunuh sel kanker (Sitostatika/Khemoterapi)
- Peningkatan daya tahan tubuh (Imunoterapi)
- Pengobatan dengan Hormone
Gambaran kanker payudara
1. Pembedahan
Pembedahan merupakan suatu bentuk pengobatan kanker yang paling tua. Pada tahun 1988, dari 1 juta orang Amerika yang menderita kanker, 64% telah menjalani pembedahan dan 62% dari kelompok ini mengalami kesembuhan.
Pengobatan dan Prognosa ditentukan oleh beratnya dan penyebaran kanker (stanging). Pada stadium dini, beberapa kanker sering dapat disembuhkan hanya dengan pembedahan. Pembedahan memang hanya bisa dilakukan pada kanker stadium dini.
2. Kemoterapi
Belum ditemukan obat kanker yang ideal, yang mampu menghancurkan sel-sel kanker tanpa mencederai sel-sel normal. Meski demikian, banyak penderita yang bisa diobati dengan obat-obatan antikanker (Kemoterapi). Efek samping dari kemoterapi sendiri kini sudah dapat diminimalisir. Beberapa yang telah melakukan kemoterapi mengalami kesembuhan.
Obat antikanker dikelompokkan kedalam beberapa kategori:
a. Alkylating Agents (Gas Mostar )
b. Antimetabolit
c. Alkaloid tanaman
d. Antibiotik Antitumor
e. Enzim
f. Hormon
g. Pengubah respon biologi
Penggunaan 2 atau lebih obat diatas sering digunakan sebagai suatu kombinasi. Alasan dialkukannya terapi adalah untuk menggunakan obat yang bekerja pada bagian yang berbeda dari proses metabolisme sel, sehingga akan meningkatkan proses penghancuran jumlah sel-sel kanker. Selain itu ,efek samping yang berbahaya dari kemoterapi bisa diminimalisasi dengan mengurangi dosisnya. Saat mengkombinasikan obat-obatan tersebut maka dosis masing-masing obat lebih sedikit dibandingkan dosis yang diperlukan saat obat tersebut digunakan tersendiri. Kombinasi obat bisa dilakukan seperti menggabungkan obat yang membunuh sel-sel tumor dengan obat yang merangsang sistem kekebalan terhadap kanker.
a. Alkylating Agents (Gas Mostar)
Obat golongan ini mempengaruhi molekul DNA , yaitu mengubah struktur atau fungsinya.
Efek Samping :
1. Mual
2. Muntah
3. Rambut Rontok
4. Iritasi Kandung kemih (sistitis)disertai terdapatnya darah daalm air kemih
5. Jumlah sel darah putih, sel darah merah dan trombosit menurun
6. Jumlah Sperma berkurang (pada pria mungkin terjadi kemandulan yang menetap)
7. Meningkatnya resiko leukemia
b. Antimetabolit
Sekumpulan obat yang mempengaruhi sintesa (Pembuatan) DNA atau RNA dan mencegah sel berkembang biak.
Efek Samping:
Sama dengan alkylating agents, ditambah dengan terjadinya ruam kulit, warna kulit menjadi lebih gelap (meningkatkan pigmentasi) gagal ginjal.
c. Alkaloid tanaman
Obat-obatan yang dapat menghentikan pembelahan sel dan mencegah pembentukan sel-sel baru.
Efek Samping:
1. Mual
2. Muntah
3. Rambut Rontok
4. Iritasi Kandung kemih (sistitis)disertai terdapatnya darah daalm air kemih
5. Jumlah sel darah putih, sel darah merah dan trombosit menurun
6. Jumlah Sperma berkurang (pada pria mungkin terjadi kemandulan yang menetap)
7. Meningkatnya resiko leukemia
d. Antibiotik Antitumor
Mempengaruhi DNA dan mencegah perbanyakan sel.
Efek Samping:
1. Mual
2. Muntah
3. Rambut Rontok
4. Iritasi Kandung kemih (sistitis)disertai terdapatnya darah daalm air kemih
5. Jumlah sel darah putih, sel darah merah dan trombosit menurun
6. Jumlah Sperma berkurang (pada pria mungkin terjadi kemandulan yang menetap)
7. Meningkatnya resiko leukemia
e. Enzim
Untuk penderita leukemia limfoblastik akut bisa diberikan sparaginase, suatu enzim yang mengeluarkan asparagin asam amino dari darah, yang diperlukan oleh leukemia untuk melangsungkan pertumbuhnya.
Efek Samping berupa :
- Reaksi alergi yang bisa berakibat fatal
- Nafsu makan hilang
- Mual
- Demam
- Kadar gula darah tinggi
f. Terapi Hormon
Meningkatkan atau menurunkan kadar hormon tertentu untuk membatasi pertumbuhan kanker yang bergantung kepada Hormon tersebut. Misalnya kanker payudara, memerlukan estrogen untuk pertumbuhannya. Tamoksifen merupakan obat anti-estrogen yang menghalangi efek estrogen dan bisa memperkecil ukuran kanker. Kanker prostat pun bisa dihambat oleh estrogen atau obat antitestosteron.
Efek Samping:
Bervariasi, tergantung dari hormon yang diberikan. Pemberian estrogen kepada pria akan menyebabkan pembesaran payudara. Pemberian obat anti-estrogen pada wanita bisa menyebabkan kemerahan pada wajah dan siklus menstruasi yang tidak teratur.
g. Pengubah respon biologi
Interferone merupakan pengubah respon biologis pertama yang efektif. Saat ini Interferone digunakan untuk mengobati sarkoma kaposi dan mieloma multiple.
Imunoterapi lainnya menggunakan sel-sel imun yang telah dirangsang (sel pembunuh limfokin aktif) untuk secar khusus menyerang tumor. Misalnya melanoma dan kanker sel ginjal.
Pengobatan yang menggunakan antibodi terhadap sel tumor, yang telah dilabel dengan bahan Radioaktif atau suatu racun,telah terbukti efektif dalam mengobati beberapa limfoma.